Pemberian Remisi Dan Manfaat Bagi Perbaikan Perilaku Terpidana

Fathur Rachman

Abstract


ABSTRAK

Dalam sistem pemasyarakatan dikenal adanya remisi, yaitu merupakan hak dari setiap narapidana yang hanya dapat diperoleh apabila narapidana yang bersangkutan dapat menunjukkan tingkah laku yang baik dan memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara yuridis normative dan yuridis empiris. Analisis yang digunakan adalah kualitatif sehingga dapat menarik kesimpulan secara induktif. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pejabat yang berwenang memberikan remisi adalah petugas pemasyarakatan yang merupakan pejabat fungsional penegak hukum yang melaksanakan tugas dalam bidang pembinaan, pengamanan pembimbingan warga binaan, dan Tim Pengamat Pemasyarakatan dalam rangka tugas pengamatan terhadap pembinaan narapidana.

Keywords


Kata Kunci : Remisi, Narapidana

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Gunakarya, Widiada, A., 1998. Sejarah dan Konsepsi Pemasyarakatan. Armico; Bandung.

Poernomo, Bambang, 1986. Pelaksanaan Pidana Penjara dengan Sistem Pemasyarakatan. Liberty, Yogyakarta.

Suyanto, G., 1981. Seluk Beluk Pemasyarakatan. Departemen Kehakiman Republik Indonesia

Undang-Undang No. 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1987 Tentang Remisi

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999 Tentang Remisi

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan




DOI: http://dx.doi.org/10.24967/jcs.v3i1.357

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

All publications by Justicia Sains [p-ISSN: 2527-4201, e-ISSN: 2502-1788] are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.