Gugatan Sederhana (Small Claim Court) Dalam Proses Penyelesaian Sengketa Konsumen Di Indonesia

Idham Idham

Abstract


Asas dalam hukum acara perdata di Indonesia salah satunya yaitu asas sederhana, cepat dan biaya ringan. Mahkamah Agung menerbitkan  peraturan guna mengisi kekosongan hukum berupa Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2015 tentang Prosedur dan Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana.  Pada proses penyelesaian small claim court melalui pembuktian yang sederhana dan dengan tata cara pemeriksaan di persidangan terhadap gugatan perdata yang nilai gugatan materiil tidak lebih dari Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).  Keberadaan  lembaga peradilan yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat yang ingin mencari keadilan dengan proses penyelesaian perkara yang cepat dan biaya murah merupakan dambaan bagi setiap pencari kedadilan.  Hal ini berbanding terbalik apabila mengikuti sistem  peradilan berjenjang dimana prosesnya mulai dari pengadilan tingkat pertama, tingkat banding dan berujung di Mahkamah Agung sebagai pengadilan negara tertinggi, membuat lamanya proses penyelesaian sengketa.   Masalah yang diakaji  adalah  bagaimana karakteristik khusus dalam prosedur penyelesaian gugatan sederhana dan Apa perbedaan antara acara pemeriksaan perdata biasa dengan acara penyelesaian gugatan sederhana serta upaya hukum yang dapat diajukan oleh subyek hukum yang tidak menerima putusan dari hakim dalam penyelesaian gugatan sederhana. Metode penulisan ini adalah yuridis normatif  dan menggunakan  tipe penelitian yuridis normatif dengan  pendekatan yang digunakan adalah pendekatan konseptual  dan pendekatan perundang -undangan. Kesimpulannya adalah Penyelesaian gugatan sederhana mempunyai karakter yang  karakteristik penyelesaian sedikit berbeda dengan acara perdata biasa, seperti tidak adanya agenda jawab antar pihak, proses pembuktiannya yang dinilai sederhana, jangka waktu yang relatif singkat yaitu perkara harus diputus selambat-lambatnya dalam waktu 25 (dua puluh lima) hari, hakim yang memeriksa penyelesaian gugatan sederhana adalah hakim tunggal, yursidiksi penyelesaian gugatan sederana termasuk dalam lingkup peradilan umum dimana subyek hukum harus berada dalam satu wilayah hukum. Penggugat maupun Tergugat  tidak diperkenankan mengajukan replik dan duplik tapi langsung dilanjutkan ke Pembuktian. Apabila hakim memutus lebih dari waktu yang telah ditentukan maka Hakim wajib memberikan keterangan dan alasan-alasan.

Keywords


Gugatan, Sengketa, Konsumen

References


Buku-buku.

Muhamad, Abdul Kadir, 2008, Hukum Acara Perdata Indonesia, Citra Bakti, Bandung. Halim,A. Ridwan, 1996, Hukum Acara pedata dalam tanya jawab, Ghalia Indonesia , Jakarta. Sidik, Sunaryo, 2005, Kapita Selekta Sistem Peradilan Pidana, Malang: UMM Press Fakhriah, Efa Laela, 2012, Eksistensi Small Claim Court dalam Mewujudkan Tercapainya Peradilan Sederhana, Cepat, dan Biaya Ringan, Hasil Penelitian, Mahfud MD, Moh. 2010, Hukum Acara Mahkamah Konstitusi, Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Sarwono, , 2012, Hukum Acara Perdata Teori dan Praktik. Sinar Grafika: Jakarta R Soeroso, , 2010, Hukum Acara Perdata Lengkap & Praktis rangkuman lengkap HIR, RBg dan Yurisprudensi, Sinar Grafika, Jakarta Mertokusumo, Sudikno, , 2006, Hukum Acara Perdata Indonesia, edisi keenam, Liberty, Yogyakarta Asikin, Zainal, 2015, Hukum Acara Perdata di Indonesia, Prenadamedia Grup, Jakarta,

Undang-Undang.

Undang-Undang No.48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman, Sekretariat Negara, Jakarta Peraturan Mahkamah Agung RI No. 2 Tahun 2015 Tentang Tatacara Penyelesaian Gugatan Sederhana Peraturan Mahkamah Agung RI No. 2 Tahun 2015 Tentang Tatacara Penyelesaian Gugatan Sederhana, Sekretariat Negara, Jakarta.

Jurnal.

Briyan A. Garner, 2004, Black’s Law Dictionary, Edisi kedelapan, West Publising, St. Paul, dalam Efa Laila Fakhriah,Mekanisme Small Claim’s Court Dalam Mewujudkan Peradilan Sederhana, Cepat, dan Biaya Ringan, Mimbar Hukum Volume 25, No. 2, Juni 2013.

John Badwin, 2003, small claims in the country court, Norway’s tribunal,Florida, hlm.66 dalam Efa Laila Fakhriah, Mekanisme Small Claim’s Court Dalam Mewujudkan Peradilan Sederhana, Cepat, dan Biaya Ringan, Mimbar Hukum Volume 25, No. 2, Juni 2013. Jurnal Hukum Universitas Indonesia, Tinjauan Umum Hukum Acara Pedata,

Kurniawan, 2014, Perbandingan Penyelesaian Sengketa Konsumen di Indonesia dengan Negera-negara Common Law System,Lihat Jurnal Hukum dan Pembangunan, Tahun ke 44, No-2, Edisi April-Juni . Pramono Sukolegowo, 2008, Efektivitas Sistem Peradilan Cepat, Sederhana, Biaya Ringan di Lingkungan Peradilan Umum”, Jurnal Dinamika Hukum, Vol. 8 No. 1. Wasis Priyanto, 2015, Pemeriksaan Gugatan Sederhana (Small Claim Court) di Indonesia,Artikel ditulis 17 September.




DOI: http://dx.doi.org/10.24967/jcs.v3i2.364

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

All publications by Justicia Sains [p-ISSN: 2527-4201, e-ISSN: 2502-1788] are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.