AKIBAT HUKUM PEMBUATAN AKTA PERJANJIAN KAWIN TERHADAP HARTA PERKAWINAN

Jelisye Putri Cenery

Abstract


Perkawinan adalah sesuatu ikatan yang menaikkan derjat seseorang baik dimata masyarakat maupun dimata Allah swt.menurut Undang-Undang Perkawinan nomor 1 Tahun 1974 perkawinan adalah suatu ikatan lahir batin antara seorang perempuan dan laki-laki,dengan adanya perkawinan maka maka harta yang didapat selama perkawinan adalah termasuk harta bersama,terkecuali yang melakukan perkawinan terlebih dahulu ada membuat akata perjanjiajan kawin,baik dalam bentuk akta maupun dalam bentuk perjanjian dibawah tangan yang di legalkan oleh notaris ataupun dibuat dihadapan notaris.Banyak hal yang dapat diuraikan dalam perjanjian kawin tersebut apakah dalam bentuk kewajibab suami istri maupun harta sebelum perkawinana,sesudah perkawinanan ataupun perkawinan telah selesai.Adanya beberapa penyebabseseorang memnbuat perjanjian perkawinananatara lain adanya kekayaan yang lebih besar pada salah satu pihak,kedua pihak mempunya pengahasilan yang cukup besar.Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dengan judul Akibat hukum pembuatan akta perjanjian kawin mengenai harta perkawinan.


Keywords


Perkawinan, Akta Perjanjian, Harta Perkawinan

References


https://kuliahade.Wordpress.com/2010/04/02/hukum-perdata-akibat-hukum-perkawinan, diakses pada tanggal 20 Februari 2016.

https://asefts63.wordpress.com/2012/02/07/pentingnya- kehidupan-demokratis, diakses pada tanggal 20 Februari 2016.

Mulyadi,2008,Hukum Perkawinan Indonesia, hlm. 41 (Badan Penerbitan Universitas Diponegoro, ) Semarang.

Sudikto Mertokusumo, 1986, Hukum Acara Perdata di Indonesia, hlm. 106, (: Liberty,), Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.24967/jcs.v4i1.425

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.