REKONSTRUKSI PENERAPAN PIDANA PENJARA SEBAGAI UPAYA MENGURANGI BEBAN NEGARA

Mashuril Anwar, Nikmah Rosidah

Abstract


AbstrakSelama ini masyarakat banyak menanggung biaya untuk pembangunan penjara, gaji personilnya, pemeliharaan perlengkapan penjara, konsumsi narapidana, sarana kesehatan dan pembinaan narapidana dan sebagainya. Mengurangi penerapan pidana penjara dalam sistem pemidanaan di Indonesia memberikan banyak keuntungan materiil yang dapat digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat, apalagi saat ini Indonesia sedang giat-giatnya melakukan pembangunan di berbagai bidang. Permasalahan yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah sistem pemidanaan di Indonesia saat ini, efektifitas pidana penjara dalam menanggulangi tindak pidana, dan konstruksi ideal penerapan pidana penjara guna mengurangi beban negara. Metode penelitian yuridis normatif. Berdasarkan pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa Pemidanaan di Indonesia saat ini lebih menitikberatkan pada penjatuhan pidana penjara bagi para pelaku tindak pidana, pidana penjara belum efektif dalam menanggulangi tindak pidana, dan konstruksi ideal penerapan pidana penjara guna mengurangi beban negara yaitu melegitimasi mediasi penal, pengkategorisasian penerapan pidana penjara, dan menerapkan pidana kerja sosial sebagai pidana pokok. Kata Kunci: rekonstruksi, penjara, beban negara.  AbstractDuring this time many people bear costs for the construction of prison, personnel salaries, maintenance of prison supplies, the consumption of prisoners, health facilities and coaching prisoners and so on. Reducing the application of prison criminal in the Indonesia's EAS system provides many material advantages that can be used for the development and welfare of the people, especially today Indonesia is Giat-giatnya doing development in Various fields. The problems that will be discussed in this article are the current system of EAS in Indonesia, the effectiveness of prison criminal in tackling criminal acts, and the ideal construction of prison criminal application to reduce the burden of the country. Method of normative juridical research. Based on the discussion, there is a conclusion that Indonesia's current Pemidanaan is more focused on criminal prosecution for perpetrators of criminal acts, imprisonment has not been effective in tackling criminal acts, and the ideal construction The application of imprisonment to reduce the burden of the country is to legitimize the mediation of penal, categorizing the application of prison criminal, and implementing criminal social work as a principal criminal. Keywords: reconstruction, prison, burden of the country.

Keywords


Pidana penjara

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Buku-Buku

Badan Pembinaan Hukum Nasional, 2008, Politik Hukum dan Pemidanaan, Jakarta: Departemen Hukum dan HAM.

Kartono, Kartini, 1981, Patologi Sosial, Jilid I Edisi Baru, Jakarta: Rajawali.

Muladi dan Barda Nawawi Arief, 1998, Teori-Teori dan Kebijakan Pidana, Bandung: Alumni.

Mushadi, 2007, Mediasi dan Resolusi Konflik di Indonesia, Semarang: Walisongo Mediation Center.

Nawawi Arief, Barda, 1996, Kebijakan Legislatif Dalam Penanggulangan Kejahatan Dengan Pidana Penjara, Semarang: Badan Penerit UNDIP.

Setiadi, Tholib, 2010, Pokok-Pokok Hukum Penitensier Indonesia, Alfabeta.

Jurnal

Muhammad Fajar Septiano, 2014, Pidana Kerja Sosial Sebagai Alternatif Pidana Penjara Jangka Pendek. Artikel Ilmiah, Malang: Universitas Brawijaya.

Ninik Zakiyah, 2016, Hazairin dan Penghapusan Pidana Pendek. Jurnal Al-Ahkam Vol. 26, No. 2.

I Wayan Putu Sucana Aryana, 2015, Efektivitas Pidana Penjara dalam Membina Narapida. DIH Jurnal Ilmu Hukum Vol. 11, No. 21.

Undang-Undang

Undang-Undang No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan

Internet

Lima Fakta Mengejutkan LAPAS Indonesia. https://news.detik.com/berita/d-4365019/5-fakta-mengejutkan-lapas-di-indonesia. Diakses pada tanggal 08 September 2019 Pukul 19:55 WIB.




DOI: https://doi.org/10.24967/jcs.v4i2.438

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.